SULTENG PUSARAN ONLINE-Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus melakukan verifikasi dan validasi (verval) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), untuk memastikan data masyarakat yang digunakan pemerintah semakin akurat.
Gubernur Anwar Hafid mengatakan, proses verifikasi DTSEN telah dilakukan melalui Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan (TP4) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Menurutnya, data tersebut saat ini telah dirinci berdasarkan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain rumah tangga perempuan, rumah tangga nelayan, penyandang disabilitas, kelompok pencari kerja hingga petani milenial.
“Di TP4 dan Bappeda sudah dilakukan verifikasi DTSEN dan dirinci berdasarkan RT perempuan, RT nelayan, disabilitas sebanyak 68.632 jiwa, lapangan kerja termasuk inclusion dan exclusion error,” kata Gubernur Anwar Hafid, Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan, perincian data melalui Bidang Ekonomi saat ini telah sampai pada kelompok petani milenial. Sementara itu, satu kelompok yang masih dalam proses pendataan lebih lanjut, adalah kelompok ageing population atau penduduk lanjut usia yang jumlahnya mencapai 311.637 jiwa.
Anwar mengakui, proses pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat tidak selalu berjalan mudah. Sebelumnya, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), khususnya antara Bappeda dan Dinas Sosial, sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan verifikasi data secara berkala.
Bahkan, terdapat empat daerah di Sulawesi Tengah yang masuk dalam 62 daerah yang mendapat teguran Kementerian Dalam Negeri pada 2022, karena terlambat melakukan verifikasi dan validasi data secara triwulanan.
“Masalah koordinasi antar-OPD, khususnya Bappeda dan Dinsos, sering terjadi, namun dapat diminimalisir,” ujarnya.
Gubernur Anwar mengatakan, jika merujuk pada DTSEN sebagai data tunggal yang digunakan pemerintah saat ini, tingkat akurasinya di ulteng diperkirakan telah mencapai sekitar 75 persen.***






