SULTENG PUSARAN ONLINE-Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan Library Cafe bertema “Transformasi Data Sosial dan Ekonomi: Optimalisasi Akurasi Sasaran Intervensi Pemerintah Berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)”, Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Aula Graha Audita dan melalui Zoom Workplace tersebut menghadirkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tengah Agus Yulianto sebagai keynote speaker, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah Daryanto, serta Plh. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah Kiki Rezqi Ramdaniasari sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Daryanto menjelaskan bahwa kebutuhan terhadap data tunggal muncul karena data sosial ekonomi sebelumnya memiliki perbedaan cakupan, tujuan, dan variabel yang berpotensi menimbulkan inclusion error dan exclusion error. DTSEN hadir dengan mengintegrasikan berbagai sumber data dan melakukan pemutakhiran secara berkala untuk meningkatkan ketepatan sasaran program. BPS juga menegaskan bahwa desil bukan daftar penerima bantuan sosial, melainkan alat pemeringkatan yang menggambarkan posisi kesejahteraan relatif keluarga dan dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar menentukan prioritas program sesuai ketentuan masing-masing.
DTSEN mencakup seluruh keluarga yang diperingkat ke dalam Desil 1 sampai Desil 10 berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Pemeringkatan tersebut memungkinkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menggunakan basis data yang lebih terarah dalam menentukan sasaran berbagai program. BPS juga terus melakukan pemadanan dengan data kependudukan serta menerima pembaruan data dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas serta ketepatan DTSEN.
Sementara itu, Kiki Rezqi Ramdaniasari memaparkan berbagai upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung pemanfaatan dan peningkatan kualitas DTSEN. Salah satunya melalui inovasi BERANI BERAKSI, yang menyediakan fitur Cek Mandiri berbasis NIK, Etalase Bansos sebagai sarana informasi program, serta Lapor Mandiri bagi masyarakat pada desil 1–5 yang belum menerima bantuan. Pemprov Sulteng juga mengembangkan BERANI BERSINAR, dengan proses pendataan berbasis aplikasi CAPI offline-first yang dapat digunakan di wilayah dengan keterbatasan jaringan; implementasinya telah mencakup empat kabupaten/kota dengan total 108.271 responden.
Melalui kegiatan ini, BPKP Sulteng mendorong semakin kuatnya kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, pengelola program, dan aparat pengawasan intern dalam menjaga kualitas DTSEN. Akurasi data menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi pemerintah menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus meningkatkan efektivitas program dan akuntabilitas belanja pemerintah. ***





